Lama Terbaring Sakit, Anak Putus Sekolah

0
142

Rabu, 3 Oktober 2018

GO KAUR – Sungguh memilukan hati, saat awak media ini tiba di kediaman keluarga Hasan Basri di Desa Bakal Makmur, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Seorang suami dan ayah dari tiga orang anaknya yang kini putus sekolah, hanya dapat terbaring di pembaringan, akibat kecelakaan kerja yang ia derita pada 2017 silam.

Menurut Hasan, ketika itu dirinya tengah melakukan pekerjaan mengangkut kayu, kemudian terpeleset, sehingga ia terjatuh dalam posisi terduduk, ia pun terhimpit kayu yang berada pada panggulan di bahunya, yang tentunya cukup berat. Sejak itu ia tak dapat beraktifitas lagi seperti biasa.

“Anak-anak kami sudah putus sekolah, karena tidak ada lagi biaya. Sementara untuk makan sehari-hari, sekalipun kekurangan, tetapi kami bersukur sering dibantu oleh tetangga sekitar. Untuk bisa sembuh kami telah berupaya ke pengobatan alternatif, namun belum ada perubahan,” kata Hasan menuturkan keadaan keluarga yang sangat serba kekurangan.

Menurut dia, kondisi yang diderta saat ini kemungkinan terjadi patah pada tulang pinggang, sehingga mengakibatkan ia tidak dapat melakukan pekerjaan sama sekali. Dengan kondisi demikian ia sangat berharap kepada para dermawan untuk dapat membantu supaya dia bisa menjalani pengobatan.

Sebab kata pria berusia 50 tahun ini, dengan kondisi demikian setidaknya harus berobat ke rumah sakit tertentu, yang dapat menangani permasalahan tulang seperti yang ia derita saat ini.

“Untuk saat ini, jangankan untuk biaya berobat, menanggulangi laparnya anak-anak saja istri saya sudah sangat kesulitan mencukupinya. Bila ada yang punya rezeki, dan terketuk hatinya, tentu saya sangat mengharapkan bantuan,” kata Hasan sembari mengusap genangan air dimatanya.

Kondisi yang sangat memprihatinkan itu dibenarkan oleh Kepala Desa setempat, Heffi Supitris, S.kep. Kata Kades, Hasan yang selama ini sebagai tulang punggung keluarga, kini dalam keadaan tak berdaya, dan sangat membutuhkan uluran tangan, untuk mendapatkan pengobatan.

“Sepengetahuan kami, yang mencari nafkah untuk makan sehari-hari sejak kejadian itu, adalah istrinya, Tati. Ketiga orang anaknya sudah putus sekolah. Untuk kesehariannya masih sering dibantu oleh tetangga sekitar yang merasa iba melihat kondisi keluarga tersebut,” kata Kades.

Pihaknya, kata Kades, sudah melakukan upaya berkordinasi dengan pihak terkait, namun belum ada realisasi atau tanggapan yang diperoleh. “Kami telah berkordinasi dengan pihak instansi terkait, juga lembaga lainnya untuk mendapatkan bantuan. Namun sampai sekarang belum terealisasi,” kata Kades.

KONTRIBUTOR : JHON

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here